Thursday, January 05, 2017

Tulusnya Cinta Allah pada Manusia dari Lika Liku Nasib Hidup, Impian dan Cinta Sesama Manusia



Hampir semua orang yang hidup di dunia ini memiliki keinginan, atau biasa di sebut “Impian”. Dan memiliki rencana hidup yang direncanakan sedemikian rupa sesuai dengan keinginan atau impian hidupnya. Namun tak jarang pula rencana yang telah susun sedemikan rupa berantakan, impian gagal tercapai, bahkan keinginan dan kebutuhan yang tak terpenuhi. Dan tak jarang pula kita jumpai kasus bunuh diri, orang hilang, kegilaan mendadak, bahkan kriminalitas seperti pembunuhan, dll yang salah satunya merupakan efek negatif dari hal – hal tidak menyenangkan tersebut.

Nasehat ini saya petik dari nasehat “guru ngaji” yang mana beliau juga seorang “psikolog” dan juga sahabat saya. Ketika saya diterpa badai musibah diatas yang bertubi – tubi dan sangat – sangat merasa “jatuh”, nasehat guru saya..

“Alhamdulillah” jika rencana berjalan sesuai rencana. Lebih alhamdulillah lagi jika TIDAK berjalan sesuai rencana, karena rencanaNya sedang berjalan.
 “ada yang lebih baik dari rencana Alloh ?”
Kalo kita berfikir seperti di atas, apa rasanya? ngga terima. Lalu? sebel. Oke. Lalu? masih mau berjuang?  Good, lalu? Diam.

 “bagaimana  menghilangkan pikiran negatif?”.
Itu pertanyaan yang sering muncul. Iya memang sering terutama perempuan.
Apa yang bisa kita lakukan jika Allah sudah berkehendak?  Apa?
Sholat dan berdoa. (Bukankah itu tandanya Allah sedang merindukanmu ? ).

Iya... tapi rasanya masih ngga terima hati ini...”

Tidak ada yang bisa diterima dengan mudah jika tidak sesuai dengan keinginan kita bukan ?    Kecewa, sakit hati, putus asa, pikiran negatif, dll. Semua hal negatif itu karena harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan bukan ? kalau sesuai dengan kenyataan pasti damai.
Kadang kita lupa. Pemilik semua hal itu “bukan kita”. Alloh pemilik semua hal.
Kita diperintah untuk berusaha dan berdoa. Lalu kenapa marah, berpikir negatif,dll ketika kenyataan tidak sesuai ?
Memang kita tahu “apa” yang terbaik untuk kita? “apa” yang terjadi 1 jam kemudian? 1 hari kemudian? 1 tahun ? 10 tahun ? bukannya allah yang tahu ?

Lalu jika misal saya sudah berdoa dan berusaha masih seperti itu bagaimana?”

Mauku sama denganmu. Ketika aku berdoa, aku mau langsung dikabulkan dan mukjizat Allah terjadi. Tapi apa ya iya ?.
Semua hal yang dilakukan oleh Allah ada maksudnya bukan?

Lalu jika sudah berusaha dan berdoa tapi belum terkabul, lalu aku jadi “negatif” bagaimana?”

Apa iya Allah mencoba hambanya tidak dengan level keimanan?
Bukankah Allah mau menaikkan keimanan mu...?
Bukan kah Allah mau menaikan derajat surga mu juga... ?
Berdoalah terus, sholatlah terus... Allah mendengar dan melihatmu. Keadilan, kesenangan, pasti akan datang.
Janji Allah bukan? Allah tidak akan mengingkari janjinya. Tidak akan. Hanya Allah yang terbaik untukmu. Untuk kita semua...

Pikiran negatif, putus asa, dll itu hanya merusak fisik dan hati.
Allah membenci orang yang berputus asa. Bunuh diri? Allah sudah berfirman dan berjanji tidak akan menganiaya hambanya.
Jika kita putus asa karena sekeliling kita dan berfikir negatif sampai yang aneh aneh, berarti secara tidak langsung kita lupa... Allah mengajarkan kita dengan banyak cara. Berfikir positif tentang Allah tentang diri kita. Itu lebih baik.

Takdir (Qodar). Semua manusia memilikinya bukan?
Ada takdir yang bisa dirubah. Syaratnya berdoa dan berusaha.
2 tahun lalu saya memegang erat “yang” menurut saya, punya saya. Saya berdoa dan berusaha. Lalu menurutmu Allah tidak cemburu? Allah cemburu dengan “melepaskannya”. Kemudian saya belajar Allah ingin saya memintanya dengan cara yang benar. Dengan pasrah pada takdir.
Seseorang bilang pada saya, “jika kamu memegangku erat, kemudian takdirku harus jatuh, apa yang akan kamu lakukan?” waktu itu saya diam. Setelah kejadian itu saya belajar dan saya menjawab, “saya hanya bisa berdoa dan pasrah kembali pada Allah. Karena tempat kembali dan meminta hanya kepada Allah”.

Adapun bila tentang hubungan 2 manusia dalam pernikahan, Ada 2 orang dengan takdirnya masing – masing. Jika pasanganmu takdirnya jatuh, apa yang akan kamu lakukan? Sekalipun berusaha semaksimal mungkin, apa yang bisa kita lakukan jika tidak kembali pada Allah ?

Saya bercerita pada guru saya, saya takut semua rencana saya tidak terkabul.
Beliau lalu menjawab, “4 tahun lalu saya “gagal” (tidak lulus tes final kelulusan)  2X waktu tes. Semua orang bertanya. Planing saya berantakan. Tes ke 3X, saya letakkan hati saya. Saya pasrah. Berdoa. Berusaha . sudah tidak ada rasa takut gagal. Tidak ada rasa takut tidak mendapat gelar. Tidak ada rasa takut apapun. Hanya PASRAH, BERDOA,BERUSAHA. Tidak ada yang sulit dalam tes – tes berikutnya sampai tes final. Dan dia berhasil. (Pelajaran hidup ini terbawa sampai sekarang, sampai bisa melewati banyak hal).”

Kenapa kita harus takut dengan masalah kita? Kita punya Allah yang lebih besar bukan? Pemilik segala hal. Hanya Allah yang perlu ditakuti, dan rencana Nya adalah yang terbaik.
Tidak ada khawatir, tidak ada negative thingking. Tidak ada. “
Saya perempuan. Saya hendak mengingatkan perempuan.
Dari ilmiah nya, otak kita memiliki sistem yang luar biasa. Itu sebabnya kita mudah negative thingking. Dari semua yang kita lewati memang berat, tapi Allah sudah menjanjikan kita bisa masuk pintu surga “manapun” bukan.. jika kita memenuhi syaratnya. Sudah tau kita juga diancam sebagai kayu bakar neraka dan penghuni meraka terbanyak bukan ? kita juga diagungkan dengan surat khusus di dalam alquran “An –nisa”.
Ayat Allah juga banyak mengingatkan laki–laki untuk berbuat adil, berbaik baik, menghargai perempuan. Alloh mengingatkan bahwa perempuan terbuat dari “tulang rusuk paling bengkok”. Perempuan dimuliakan oleh Alloh, tetapi Alloh memberi kelebihan pada laki-laki untuk mengingatkan yang “bengkok”. Dan “surga” perempuan itu pada “suaminya” (laki – laki). Jika keduanya sama –sama memahami, insya Allah bertemu lagi disurga. Amiin..

Pikiran negatif itu salah satu dari syetan. Karena mulut, mata, telinga adalah lubang yang paling mudah dimasuki syetan. Dari sini pikiran negatif kita muncul.
Orang lihat kebelet “pup”.., dikira sinis. Orang sedang ngomongin orang.., mulut ikut ikutan, dll.
Kali ini saya mau mengkombain antara ilmu dan agama. Ilmiahnya sama dengan alquran
Caranya mengurangi negative thingking menurut agama adalah sholat, berwudhu, berdzikir.
Menurut penelitian, air wudhu itu bisa menetralkan zat kimia otak. Sama dengan sujud. Ilmiahnya, makan daging, kopi itu bisa membuat neurontransmitir menjadi tidak seimbang. Setahun kita idul adha 1 kali. Alquran mengajarkan kita. Ilmu dunia menguatkannya.

Maha benar ayat Allah. Jika marah, berwudhu. Jika ingin sesuatu, berdoa dengan sabar dan sholat.
Sama – sama saling mengingatkan, semoga berkenan dan semoga bermanfaat. Amiin alhamdulillah jazzakumullohu khoiro semuanya...***

Oleh : Ruch Hanif
Share:

0 comments:

Post a Comment