Monday, March 30, 2015

Indonesia Menolak ISIS



Saat ini dunia sedang dihebohkan oleh ISIS (Islamic States of Iraq and Syria). Tetapi sangat disayangkan heboh bukan karena kemajuan, manfaat, kehebatan ISIS melainkan oleh sikap dan perilaku ISIS yang jauh dari watak kebanyakan orang apalagi watak Islam. Di belahan dunia sana masih ada saudara kita umat muslim yang disiksa seperti di Rohingya, Palestina yang perlu mendapat bantuan baik material, doa serta diplomatik justru jauh dari perhatian dunia.

ISIS adalah organisasi radikal yang mengatasnamakan Islam tetapi kenyataannya jauh dari watak Islam yang rahmatan lil ’alamien, yang mengedepankan sikap damai, toleran, dan saling memaafkan. ISIS mengedepankan sikap pemaksaan kehendak, pembunuhan dan permusuhan.

Perilkau ISIS seperti itu mencoreng, merusak nama baik Islam, sesungguhnya ISIS tidak memperjuangkan hakiki Islam tetapi lebih kepada mencari minyak dan kekuasaan, sangat disayangkan atas nama Islam berperang untuk mencari minyak dan kekuasaan.

Di satu sisi ada kelompok-kelompok Islam termasuk LDII yang terus berdakwah dengan cara damai (green dakwah) untuk mengembangkan nilai-nilai Islam, di lain sisi ISIS justru mencoreng nama baik Islam. Di Indonesia ISIS merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan NKRI, merusak persatuan umat Islam dan mengancam terhadap perkembangan Islam itu sendiri. Sikap yang ditunjukkan oleh ISIS bertentangan dengan sikap Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian, kerukunan, musyawarah mufakat, hidup berdampingan secara damai.

LDII bersama Forum Umat Islam di Indonesia kompak sepakat menolak ISIS bukan karena mencari sensasi tetapi karena tidak setuju dengan sikap dan perilaku ISIS yang tidak mengedepankan sikap dan watak Islam, ISIS justru mencoreng nama baik Islam. LDII telah menerima surat dari MABES TNI No. : B/4577/2014 Tanggal 31 Oktober 2014  MABES TNI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih terhadap LDII atas pernyataan sikap penolakan ISIS dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI.

Sangat aneh bagi Warga Negara Indonesia yang mau bergabung dengan ISIS apalagi mau berperang di Suriah. Mereka memperebutkan minyak dan kekeuasaan dengan merekrut pasukan dari negara lain, pertanyaan mendasar adalah mungkinkah apabila kekuasaan telah diperoleh akan diberikan kepada pasukan negara lain? Untuk memperoleh kekuasaan jangankan bansa lain, bangsa sendiri, teman sendiri berani untuk dikorbankan. Maka sungguh sangat aneh mereka yang mau bergabung dengan ISIS. Kepada mereka yang mau bergabung didengungkan dengan motivasi jihad, padahal pada dasarnya mereka tidak mengetahui hakiki perjuangan ISIS di Suriah. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan pemikiran yang logis sebelum berangkat ke Suriah, daripada mati konyol di sana. Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menyampaikan sikapnya bahwa ”tidak ada tempat bagi ISIS di Indonesia” perlu mendapat dukungan dari seluruh Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu kepada segenap Warga LDII Kota Yogyakarta pada khususnya dan Warga Negara Indonesia pada umumnya dihimbau melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Tidak bergabug dengan ISIS

  2. Tidak menyimpan tulisan, symbol, bendera serta atribut lainnya yang berhubungan dengan ISIS

  3. Menjaga keluarga dan handai taulan untuk tidak bergaung dengan ISIS

  4. Mengembangkan sikap profesional religius untuk membangun kembali nama baik Islam di mata dunia.
Share:

0 comments:

Post a Comment