Monday, January 05, 2015

Menyambut Pergantian Tahun Dengan Acara Kreatif



Waktu terus berjalan sehingga tidak terasa sudah memasuki tahun 2015. Kita dapat mengevaluasi diri kita sendiri kegagalan dan keberhasilan apa yang diperoleh, kendala apa yang ditemui, strategi mana yang tepat digunakan dsb, sehingga di tahun 2015 ini kegagalan tidak terulang.

Dunia terus bertambah umur, kemajuan di segala bidang kehidupan manusia terus bertambah. Dengan adanya kemajuan teknologi sebagian besar manusia di era sekarang ini dapat merasakan enak dan kenikmatan dunia, namun sebagian lecil masih belum bisa merasakan kemudahan hidup di dunia.

Menyambut pergantian tahun 2015 menjadi peringatan bagi kita, untuk mengoreksi sudah berapa umur kita, ini dapat diketahui, tetapi masih tersisa berapa umur kita, tidak ada orang yang tahu. Banyak di antara warga masyarakat dalam menyambut tahun baru diisi dengan kegiatan bersuka ria, hura-hura, bahkan ada yang mengisi dengan acara kemaksiatan.

Untuk membentengi generasi muda dari kemaksiatan, di kalangan LDII dalam malam tahun baru diadakan acara kreatif bagi muda-mudi yaitu dengan acara keakraban diisi dengan materi agama dan enterpreuner/kewirausahaan. Materi agama yang disampaikan berupa materi seputar dosa-dosa kemaksiatan pergaulan bebas, diharapkan muda-mudi memahami beratnya dosa pergaulan bebas sehigga berusaha untuk menjauhinya.

Materi kewirausahaan diadakan untuk memberikan motivasi kepada generasi muda di dalam menyongsong kehidupan yang akan datang sehingga muda-mudi siap dalam menghadapinya meskipun penuh dengan tantangan dan persaingan. Pemateri kewirausahaan sengaja dipilih dari kalangan muda-mudi yang sudah memulai membuka lapangan usaha diharapkan dapat memotivasi teman-temannya untuk tidak takut dalam memulai sebuah usaha dengan memberikan kiat-kiat dari pengalaman yang sudah dilakukan. Sebagai contoh acara malam tahun baru di Masjid Ar Royya Kepuh Gondokusuman materi kewirausahaan diisi oleh Rehan yang menceritakan upayanya dalam berusaha dibidang produksi gula aren dan coklat gula aren. Di samping itu diisi oleh Akung Sinayang yang mengkisahkan jerih payahnya dalam menjalankan usaha rafting, catering dan angkringan. Sedangkan di Masjid Baitul Hamdi Umbulharjo diisi oleh Rudi Susanto yang mengkisahkan jerih payahnya dalam menjalankan usaha di bidang kuliner. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 20.00 sampai dengan 01.00 diikuti oleh 160 orang peserta baik laku-laki maupun perempuan itu diselingi dengan acara drama dan spontanitas untuk mengurangi jenuh. Dengan demikian setidaknya generasi muda akan mendapatkan pengalaman memulai dan menghadapi kendala dalam menjalankan usaha.
Share:

0 comments:

Post a Comment