Monday, September 22, 2014

Sarasehan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kelurahan Klitren Kecamatan Gondokusuman



Dalam rangka memupuk dan meingkatkan rasa aman dan persaudaraan di antara warga masyarakat Keluruah Klitren Kecamatan Gondokusuman, FKUB mengadakan sarasehan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 20 September 2014 bertempat di Aula Kelurahan Klitren dimulai pukul 09.00 sd. 11.00 wib.

Sarasehan dibuka secara resmi oleh Ketua LPMK Klitren Suwarto Hadi. Dalam sambutannya Ketua LPMK mengharapkan agar FKUB Kelurahan Klitren makin berkembang ditandai dengan peserta makin bertambah setiap sarasehatn diadakan.

Dalam laporannya Ketua Panita Penyelenggara Awaludin Kirama, S.Ag menjelaskan bahwa sarasehan FKUB diselenggarakan sekali dalam setahun. Awaludin mengharapkan peserta sarasehan setiap tahun bertambah, namun karena keterbatasan dana yang tersedia sehingga jumlah peserta terpaksa dibatasi 50 orang. Sarasehan ini dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kelurahan Klitren Kecamatan Gondokusuman, antara lain tokoh Agama Islam, Agama Kristen, Agama Katholik dan tokon masyarakat. LDII PC Gondokusuman diundang dalam acara sarasehan tersebut dan diwakili oleh KH. Ansor Al Firdaus, Ragil Sularso dan Sudarsono.

Sarasehan diisi pemaparan materi Sosok Pemimpin oleh Pendeta Bambang Subagyo, S.Th. dan Keretakan Sosial yang disampaikan oleh KH. Abdul Muhaimin. Dalam paparanna Pdt Bambang Subagyo menjelaskan suksesi kepemimpinan akan selalu terjadi baik di tingkat keluarga, kelurahan, kecamatan dan seterusnya sampai di tingkat Negara. Sebagai seorang pemimpin diharapkan mempunyai karakter kuat, teguh hati serta sholih, menegakkan kebenaran dan keadilan serta dapat melayani dan menjadi teladan.

Dalam paparannya KH. Abdul Muhaimin menjelaskan saat ini di antrara anggota masyarakat telah terjdai keretakan social. Keretakan social dapat terjadi di masyarakat disebabkan oleh beberapa factor antara lain perbedaan hakiki manusia misalnya perbedaan karakter, status social, agama, ras, kepercayaan, suku dsb. Di samping itu keretakan social disebabkan oleh karena merosotnya nilai-nilai nasionalisme di antara warga masyarakat. Abdul Muhaimin menjelaskan saat ini nilai nasionalisme di antara warga masyarakat sudah sangat tipis. Dicontohkan Lagu Kebangsaan sudah tidak dihafal, Pancasila tidak diamalkan, upacara bendera sudah ditinggalkan, adalah beberapa contoh kecil hilangnya nilai-nilai nasionalisme. Untuk mencegah hal tersebut perlu dikembangkan kembali penanaman nilai-nilai nasionalisme baik di tingkat keluarga maupun di tingkat sekolah mulai dari TK sampai dengan PT.

Dalam diskusi dibahas bahwa kasus percekcokan yang terjadi yang mungkin melibatkan antar pemeluk agama adalah kasus pribadi/kasus oknum, bukan kasus antar agama. Di samping itu para peserta yang hadir sepakat untuk menjalin dan memupuk komunikasi untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif sebagai prasarat tumbuhnya kesejahteraan masyarakat.
Share:

0 comments:

Post a Comment