Wednesday, September 24, 2014

Pancasila 2.0



Sejarah membuktikan bahwa Indonesia adalah bekas jajahan Belanda. Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa daerah, ras. Dari perspektif ini, hampir tidak ditemukan titik persamaan yang menjadi dasar yang kuat untuk membentuk sebuah Negara. Namun kenyataannya Indonesia yang plural tersebut dan dijajah Belanda berhasil membentuk sebuah Negara merdeka meskipun dengan memerlukan perjuangan hebat dan memakan banyak korban harta dan nyawa manusia.

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2014 ini perlu diaktualisasikan kembali nilai-nilai Pancasila bagi Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Dasar Negara terasa semakin dimarginalkan. Hal ini sangat penting untuk dipikirkan sebab NKRI memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan Negara-negara lain. Dengan berpegang teguh pada Pancasila Indonesia yang plural dapat bersatu padu melupakan latar belakang masing-masing.

Taufik Kiemas (Mantan Ketua MPR) memunculkan ajaran 4 Pilar Bangsa yaitu Pancasial, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Negara Indonesia dapat diibaratkan sebuah bangunan yang terdiri dari beberapa komponen bangunan yang saling memperkuat satu dengan yang lain. Pancasila dapat diibaratkan sebagai pondasi bangunan, UUD 1945 dapat diibaratkan sebagai tiang penyangga,  NKRI sebagai atap dan temboknya dan Bhineka Tunggal Ika sebagai seluruh penghuninya.

Sebagai Pondasi bangunan Negara Indonesia,Pancasila berfungsi sebagai :

  1. Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia. Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan negara Indonesia. Pancasila berfunsi sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan berbangsa serta bernegara. Pancasila sebagai norma dasar dalam hidup baik sebagai individu maupun kelompok, baik oleh individu, lembaga maupun pemerintah.

  2. Pancasila sebagai jiwa Bangsa dan Negara Indonesia. Pancasila menjiwai setiap individu, kelompok, lembaga dan seluruh sendi kehidupan organisasi Negara Inonesia.

  3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa dan negara Indonesia. Pancasila merupakan ciri khas Negara Indonesia yang unik yang membedakan dari bangsa lain.

  4. Pancasila sebagai sumber tertib hukum di Indonesia. Pancasila sebagai pedoman, acuan, ketentuan seluruh hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

  5. Pancasila sebagai cita cita bangsa. Cita cita bangsa kita adalah tetap utuh dan tegaknya Negara Indonesia yang adil, aman dan sejahtera. Dalam mewujudkan hal ini tentu Pancasila merupakan hal yang sangat pokok.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tanggal 1 Juni 2012, LDII memperkenalkan Istilah “Pancasila 2.0” Istilah ini merupakan koreksi terhadap peringatan-peringatan Hari Lahir Pancasila yang selama ini dilaksanakan. Dengan mengedepankan aspek ritual dan simbolik pada setiap peringatan Hari Lahir Pancasila, maka hakikat Pancasila dapat dikatakan sebagai “Pancasila 1.0” atau Pancasila yang hanya pada tatanan wacana. Sementara yang dibutuhkan Negara saat ini adalah “Pancasila 2.0”, yaitu Pancasila yang tidak hanya diucapkan, tetapi dibumikan, diwujudkan atau diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja Pemerintah diperlukan sebagai motor dalam menggerakkan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Rakyat Indonesia berkewajiban mendukung dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Share:

0 comments:

Post a Comment