Thursday, February 13, 2014

RESEP MENJADI GENERASI MUDA SUKSES DUNIA AKHIRAT

kl

Memperhatikan perilaku anak muda akkhir-akhir ini, semakin memprihatinkan. Kemerosotan moral semakin tajam. Mulai dari tingkah lakunya, cara bergaulnya, ta’dhim terhadap orang tua, keakraban dengan alat-alat elektronika, obat-obat terlarang,  bergaul bebas dan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain. Sementara banyak  para Penyelenggara Negara juga tampil dengan perilaku yang tidak dapat diambil sebagai tauladan. Krisis tauladan. !


LDII sebagai organisasi social keagamaan turut berpartisipasi dalam membentuk karakter bangsa dengan memperbanyak mengkaji dasar Agama Islam yaitu Al Quran dan Sunah serta kegiatan penunjang lainnya seperti kegiatan kepemudaan, keputrian, lansia, kepramukaan, pra remaja atau cabe rawit serta  kegiatan pengamanan mandiri.

Alhamdulillah dengan pembinaan yang intensif LDII telah berhasil dalam membentuk karakter bebas dari penyakit masyarakat yaitu merokok, minum minuman keras, narkoba, berjudi, bergaul bebas. Pembinaan ini akan terus dilaksanakan bahkan ditingkatkan karena karakter ini merupakan karakter dasar dalam menciptakan kesehatan, keamanan dan ketertiban serta bebas dari pelanggaran dan kemaksiatan.

LDII menaruh perhatian yang sangat besar terhadap generasi muda, karena masa depan Bangsa dan Negara terletak di tangan para generasi muda, 10 sampai 20 tahun yang akan datang merah hijau Negara Indonesia terletak di tangan para generasi muda. Oleh karena itu terhadap pembinaan generasi muda LDII mempunyai target khusus yaitu:

1. Menjadi generasi muda yang faqih alim, menjadi generasi muda yang menguasai ilmu agama dengan banyak MENGAJI Al Quran dan Al Hadits. Agama merupakan pondasi kehidupan, dengan banyak mengaji akan mempunyai kefahaman yang tinggi terhadap nilai-nilai agama agar tidak menjadi generasi muda yang tersesat dalam lembah kehinaan jaman yang telah rusak, dalam kerangka NKRI dan SEGORO AMARTO, Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta.

2. Menjadi generasi muda yang berakhlaqul karimah, mengenal nilai2 kesopanan, unggah-ungguh, tatakrama, memahami etika dan estetika, bisa mengembangkan sikap berbudi luhur dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Bangsa Jepang dalam hal ini dapat diambil sebagai contoh. Meskipun Jepang telah menjadi Negara maju, tetapi etika, tatakrama, perikemanusiaan tetap dijunjung tinggi.

3. Menjadi generasi muda yang siap menyongsong masa depan dengan mampu hidup mandiri. Menjadi generasi muda yang mampu hidup, mencari penghidpan dan membantu kehidupan, tidak tergantung kepada orang lain.

Di samping itu generasi muda memiliki karakter/watak jujur, amanah, kerja keras dan hidup sederhana, rukun, kompak serta kerjasama yang baik terus dibina, dididik, dibiasakan, dan dikembangkan menjadi karakter bangsa.
Share:

2 comments:

  1. Karakter yang bagus, asti akan membawa kebaikan bagi yang melaksanakannya.

    ReplyDelete
  2. Karakter yang bagus, pasti akan membawa kebaikan bagi yang melaksanakannya.

    ReplyDelete