Saturday, February 22, 2014

4 Pilar Kebangsaan Indonesia

pilarPilar biasa terdapat di dalam sebuah bangunan. Selain pilar, dalam bangunan terdapat pondasi, tembok, atap, lantai dan penghuni bangunan. Pilar adalah tiang penyangga atau tiang penguat sebuah bangunan. Pilar bisa terbuat dari balok kayu, rangka besi, rangka alumunium atau beton bertulang. Biasanya terdapat beberapa pilar dalam sebuah bangunan.


Pilar berfungsi sebagai penyangga seluruh beban bangunan. Betatapun indah sebuah bangunan tetapi tanpa didukung dengan pilar yang kuat, dapat dipastikan bangunan itu tidak mempunyai kekuatan, tidak akan mampu menahan beban bangunan serta terpaan gaya dari luar bangunan misalnya hujan, angin, gempa bumi serta bencana alam lainnya. Sebaliknya, meskipun bangunan berbentuk sederhana tetapi didukung dengan pilar yang kuat, secara teoritis bangunan tersebut mampu menahan seluruh beban bangunan serta terpaan gaya dari luar.




Wilayah Indonesia terletak diantara  95° sampai 141° Bujur Timur dan 6° Lintang Utara sampai 11° Lintang Selatan atau wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, diapit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, diapit oleh dua samudera yaitu Samudera India dan Samudera Pasifik.

Indonesia merupakan Negara tropis dan Negara kepulauan dengan wilayah yang sangat subur dalam arti sangat kaya dengan sumber daya alam. Sumber daya alam melimpah di Indonesia, terdiri dari sumber daya tambang/mineral, pertanian, hutan, perkebunan, peternakan, perikanan, keanekaragaman hayati, walaupun belum semuanya dikembangkan secara optimal.

Melihat kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah, bukan tidak mungkin banyak Negara tetangga yang ingin “menguasai” Indonesia. Dalam upaya menguasai Indonesia tentu dengan melalui berbagai cara baik secara langsung maupun tidak langsung. Upaya penguasaan secara langsung masih sering kita dengar misalnya dengan pencurian kekayaan laut di Wilayah Indonesia, pengakuan pulau terluar misalnya Pulau Sipadan dan Ligitan oleh Malaysia, eksplorasi kekayaan mineral oleh perusahaan asing, dll. Upaya penguasaan kekayaan Indonesia secara tidak langsung oleh kekuatan asing lebih dahsyat, misalnya perdagangan, teknologi, diplomasi, dan biasanya Indonesia selalu berada pada posisi yang lemah dan kalah.

Melihat kenyataan seperti tersebut di atas tidak ada kata lain bagi Bangsa Indonesia kecuali untuk merapatkan barisan, memupuk persatuan dan kesatuan, waspada terhadap ancaman disintegrasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu mempertahankan dan menjaga keutuhan Wilayah Indonesia serta mampu mengelola dan  mengolah kekayaan bumi Indonesia untuk kesejahteraan Bangsa Indonesia.

Untuk dapat mempertahankan keutuhan Negara Indonesia, Bangsa Indonesia perlu memahami 4 pilar Bangsa Indonesia yang telah diajarkan oleh Mantaan Ketua MPR RI Taufik Kiemas. 4 Pilar Bangsa Indonesia adalah Pancasial, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Negara Indonesia dapat diibaratkan sebuah bangunan yang terdiri dari beberapa komponen bangunan yang saling memperkuat satu dengan yang lain. Pancasila dapat diibaratkan sebagai pondasi bangunan, UUD 1945  dapat diibaratkan sebagai tiang penyangga,  NKRI sebagai atap dan temboknya dan Bhineka Tunggal Ika sebagai seluruh penghuninya.

Sebagai Pondasi bangunan Negara Indonesia,Pancasila berfungsi sebagai :

  1. Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia. Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan negara Indonesia. Pancasila berfunsi sebagai dasar dalam  menjalankan kehidupan berbangsa serta bernegara. Pancasila sebagai norma dasar dalam hidup baik sebagai individu maupun kelompok, baik oleh individu, lembaga maupun pemerintah.

  2. Pancasila sebagai jiwa Bangsa dan Negara Indonesia. Pancasila menjiwai setiap individu, kelompok, lembaga dan seluruh sendi kehidupan organisasi Negara Inonesia.

  3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa dan negara Indonesia. Pancasila merupakan ciri khas Negara Indonesia yang unik yang membedakan dari bangsa lain.

  4. Pancasila sebagai sumber tertib hukum di Indonesia. Pancasila sebagai pedoman, acuan, ketentuan seluruh hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

  5.  Pancasila sebagai cita cita bangsa. Cita cita bangsa kita adalah  tetap utuh dan tegaknya Negara Indonesia yang adil, aman dan sejahtera. Dalam mewujudkan hal ini tentu Pancasila merupakan hal yang sangat pokok.


UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis (konstitusi), bahkan di Indonesia dalam kerangka tata urutan perundangan atau hierarki peraturan perundangan UUD 1945 menempati kedudukan yang tertinggi. Di samping hukum dasar tertulis juga terdapat hukum  tidak tertulis (konvensi). UUD 1945 sebagai acuan produk hokum di Indonesia baik, Undang-undang, Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Presiden.

Negara Kesatuan sampai saat ini  merupakan bentuk Negara yang dinilai paling tepat dengan alasan memiliki lebih banyak nilai positif daripada negatifnya di Indonesia. Indonesia pernah mengalami mengadopsi bentuk Negara serikat pada tahun 1949 menjadi Republik Indonesia Serikat, kenyataannya dalam praktek masih mengalami beberapa aspek negative yang tidak sesaui dengan kepribadian Bangsa Indonesia. Oleh karenanya bentuk Negara Republik Indonesia Serikat diubah kembali menjadi bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam era seperti sekarang ini dimana persatuan dan kesatuan mudah sekali dicabik, maka akan  sangat rawan apabila Indonesia tetap menganut bentuk Negara Serikat.

Kita menyadari Indonesia terdiri dari bermacam-macam agama, suku bangsa, bahasa daerah, kepercayaan. Dengan kondisi seperti itu, sikap toleran terhadap agama lain, suku bangsa lain, bahasa daerah lain, kepercayaan lain mutlak diperlukan. Tidak ada tempat di Indonesia bagi kelompok ekstrim yang ingin memaksakan kehendak terhadap kelompok lain. Perbedaan dipakai sebagai bumbu dan pemanis dalam kehidupan, bukan dipakai sebagai bahan permusuhan. Dengan perbedaan kita cari kesamaannya, bukan dicari-cari letak perbedaannya. Masing-masing menyadari semua orang di samping mempunyai kelebihan pasti mempunyai kekurangan, sebaliknya setiap orang yang mempunyai kekurangan pasti mempunyai kelebihan.

Oleh karena itu Warga LDII siap mengamankan 4 Pilar Bangsa Indonesia demi tegak dan utuhnya NKRI, dengan siap mengamankan dan menjalankan setiap kebijakan Pemerintah yang sah, waspada terhadap hasutan dan propaganda yang bersifat mengadu domba, mengembangkan sikap toleransi dan siap bekerjasama dalam kebaikan dengan siapapun, mengembangkan sikap cinta tanah air dan bela Negara, kerja keras dan mengembangkan sikap hidup sederhana dalam membantu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.

Share:

2 comments:

  1. Pilarnya kuat, tetapi penghuni usrek terus pasti lama-lama goyang ...

    ReplyDelete
  2. Sekarang penggunaan istilah 4 Pilar sedang dipermasalahkan, alasannya Pancasila bukan pilar tetapi Dasar Negara, tetapi para kritikus tidak meberikan saran pengganti istilah yang tepat, sementara baru bisa mengkritik belum bisa memberikan jalan keluar. Bagi kita prinsipnya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan unsur yang sangan penting untuk terus tegaknya Negara Indonesia, apapun istilahnya 4 Pilar, atau Pusaka atau yang lain...

    ReplyDelete