Friday, January 24, 2014

Walikota Buka Pengkhataman Hadits Ibnu Majah

Walikota2


“Saya dengar kabar bahwa warga LDII tidak merokok, tertib dalam mengenakan helm saat berkendaraan”, demikian salah satu isi sambutan Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti pada saat membuka secara resmi Pengkajian Khataman Hadits Ibnu Majah yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kota Yogyakarta di Masjid Baitussalam Gedongkiwo, Mantrijeron. Walikota mengharapkan agar materi yang dikaji dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya agar menjadi umat yang bermanfaat. Walikota menyitir sebuah hadits yang isinya sebaik-baiknya kamu sekalian adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. “Saya salut kepada LDII yang berperan aktif dalam membangun akhlaqul karimah” demikian kata Walikota di bagian lain dalam sambutannya. Selain membuka pengkajian secara resmi, pada kesempatan itu Walikota juga menanda tangani prasasti sebagai tanda peresmian Masjid Baitussalam dan Kantor PPG (Penggerak Pembina Generasi Penerus).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta, Muspika Kecamatan Mantrijeron (Camat, Kapolsek, Danramil), Kepala KUA Mantrijeron, Camat Umbulharjo, Lurah Gedongkiwo, Ketua RW 08, Ketua RT 33, 34, 38. Peserta pengajian terdiri dari generasi muda, generasi tua, laki-laki maupun perempuan berjumlah lebih dari 500 orang. Pengajian Hadits Ibnu Majah dipandu oleh Ustad Arbai saat itu mengkaji bab haramnya khomer/arak.

Dalam laporannya Ketua LDII Kota Yogyakarta menyampaikan pembinaan karakter warga LDII dengan memperbanyak pengajian Al Qur’an dan Sunah, sebagai antisipasi kerusakan moral terutama generasi muda. Seperti saat ini secara serentak LDII Kota Yogyakarta menyelenggarakan pengkajian hadits ibnu majah di Baitussalam Mantrijeon, Arroyyan Gondokusuman, Al Manshurin Pingit dan Baitul Hamdi Umbulharjo. Dengan memperbanyak mengkaji al qur’an dan sunah warga LDII dibina, dididik dan dibiasakan menjadi warga yang berwatak jujur, amanah, kerja keras, hidup sederhana, rukun, kompak dan bekerjasama yang baik dalam bingkai NKRI dan Segoro Amarto, Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta.

LDII menaruh perhatian yang sangat besar terhadap generasi muda, karena masa depan bangsa dan Negara terletak di tangan para generasi muda. Oleh karena itu terhadap pembinaan generasi muda LDII mempunyai target khusus yaitu 1. Menjadi generasi muda yang faqih alim, menjadi generasi muda yang menguasai ilmu agama sehingga mempunyai kefahaman yang tinggi terhadap nilai-nilai agama dalam kerangka NKRI dan segoro amarto, semangat gogong royong agawe majune ngayogyakarta. 2. Menjadi generasi muda yang berakhlaqul karimah, mengenal nilai2 kesopanan, unggah-ungguh, tatakrama, bisa mengembangkan sikap berbudi luhur dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. 3. Menjadi generasi muda yang siap menyongsong masa depan dengan mampu hidup mandiri, tidak menjadi generasi muda yang lemah yang tergantung kepada orang lain.

Untuk itu LDII secara swadaya terus menyempurnakan fasilitas-fasilitas pembinaan antara lain, masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, ruang kelas untuk pembinaan secara khusus, kantor secretariat, fasilitas umum seperti dapur dan kamar mandi, meskipun penyempurnaan itu terasa sangat lambat karena keterbatasan kemampuan.
Share:

4 comments:

  1. Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika sebagai bingkai aliran apapun di Indonesia. Siapapun yang tidak setuju, apalagi berniat menggantinya, akan berhadapan dengan negara.

    ReplyDelete
  2. LDII siap melaksanakan dan mengamankan 4 pilar Bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

    ReplyDelete
  3. Di manapun filosofi "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung" tetap berlaku, termasuk di Indonesia. Maka sudah pas apabila seluruh warga Negara Indonesia termasuk LDII tunduk dan patuh terhadap 4 pilar Bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih Pak Walikota, semoga Alloh memberikan sukses, pertolongan dan hidayah. Amin

    ReplyDelete