Friday, January 17, 2014

Penyuluhan Bahaya Narkoba, Bela Negara Dan Cinta Tanah Air

Penyuluhan Bahaya Narkoba,  Bela Negara Dan Cinta Tanah AirPada tanggal 4 Desember 2013 PC LDII Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta menyelenggarakan penyuluhan bahaya narkoba dan bela negara dengan mengangkat tema “Membentuk Generasi Muda yang Beriman dan Bertaqwa serta Mampu Menumbuhkan Jiwa Bela Negara serta Cinta Tanah Air Tanpa Narkoba”.

Acara ini diselenggarakan dilandasi keprihatinan Pengurus LDII terhadap kondisi kebanyakan generasi muda saat ini yang cenderung mempunyai rasa nasionalisme sangat rendah serta tidak peduli terhadap bela negara serta ancaman bahaya narkoba yang selalu mengintai generasi muda. Acara cukup meriah diikuti oleh Warga LDII Kecamatan Gondokusuman yang kebanyakan adalah generasi muda, dimulai pukul 19.30 – 22.15 wib.

Dalam laporannya H. Sudarsono, SKM, MA selaku Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta menyapaikan bahwa LDII sebagai organisasi social keagamaan terus menumbuh kembangkan sikap setia terhadap 4 pilar Negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Di samping itu LDII turut berpartisipasi terhadap pembentukan karakter Bangsa Indonesia dengan memperbanyak pengajiaan materi Al Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber Agama Islam. Dilaporkan pula sebagai bukti hasil pembinaan LDII adalah tidak ada warga LDII yang merokok, minum minuman keras, berjudi, narkoba, bergaul bebas, serta penyakit masyarakat lainnya.

Bertindak sebagai narasumber pada acara ini adalah Kapt. Kav. Purwanto dari Kodim 0734 Yogyakarta yang menyampaikan  materi bela negara dan cinta tanah air. Dalam materinya Kapt. Kav Purwanto menyebutkan bahwa kunci pertahanan negara adalah persatuan bangsa. Kondisi saat ini muncul hal-hal yang membahayakan terhadap keutuhan NKRI antara lain :

  1. Lunturnya sikap nasionalisme

  2. Mucul dan menguatnya sikap kedaerah

  3. Kepentingan kelompok dan atau golongan ditonjolkan

  4. Kurang menghargai budaya nasional

  5. Ancaman disintegrasi bangsa

  6. Ancaman dari bangsa asing

  7. Dampak globalisasi

  8. Ancaman narkoba, terorisme, dll


Fakta sebagai bukti kebenaran hal tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Lupa terhadap tek Pancasila dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

  2. Adanya pertikaian antar agama

  3. Adanya terorisme

  4. Pertikaian antar kampung, antar sekolah

  5. Pemberontakan bersenjata

  6. Lebih bangga terhadap negara lain

  7. Memaksakan kehendak

  8. Memudarnya sikap gotong royong, dll


Untuk itu sikap nasionalisme dan cinta tanah air perlu terus ditumbuh kembangkan melalui berbagai media misalnya sekolah, kampus, masjid, kelompok pemuda melalui kursus, outbond, pelatihan, camping, dll.

Kapt. Kav. Purwanto dalam akhir materinya menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk mengembangkan sikap :

  1. Meningkatkan iman dan tqwa kepada Allah SWT.

  2. Introspeksi diri dan perbaiki kekurangan

  3. Hentikan saling menghujat

  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia

  5. Tidak mudah diprovokasi

  6. Bekerja keras bahu membahu dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa

  7. Hindari sebagai agen bangsa asing yng mengkhianati bangsa dan negara

  8. Siap mengambil peran untuk mempertahankan ketuhan negara


Materi Penyuluhan bahaya narkoba diisi oleh IPDA Sukardiyana dari Polresta Yogyakarta. Dalam pemaparannya IPDA Sukardiyana menyampaikan secara rinci jenis, macam, asal, bahaya, modus operandi, gejala, akibat, peraturan perundangan narkoba.

Pada akhir session sebelum ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ansor alfirdaus dibuka session Tanya jawa
Share:

3 comments:

  1. Menjadi kewajiban kita bersama untuk mengembangkan sikap seperti itu, tetapi semua terpulang kepada pemerintah bagaimana mewaspadai dan mendidik warga negaranya untuk mempunyai karakter setia dan cinta tanah air.

    ReplyDelete
  2. Mungkinkah 40 atau 50 tahun ke depan Indonesia masih utuh seperti sekarang ini? Semoga..... sehingga komunikasi dengan sanak saudara tidak terkendala.

    ReplyDelete
  3. Sangat tergantung pemerintah, kalau pemerintah kuat dalam membentengi keretakan-keretakan yang timbul baik berasal dari dalam maupun luar negeri, misal GAM, OPM, ancaman Australia, Malaysia, Indonesia tetap utuh, tetapi kalau pemerintah lengah, bukan tidak Indonesia akan terpecah belah.

    ReplyDelete