Thursday, October 20, 2016

Nasihat Seorang Ibu (kepada Putrinya ketika akan diboyong sang Suami)

Wahai putriku kamu akan berpisah dengan lingkungan tempat kamu dilahirkan dan meninggalkan sarang tempat kamu dibesarkan.
Pindah ke sangkar yang belum kamu kenal dan kepada kawan pendamping yang belum kamu kenali sebelumnya.
Dengan kekuasaan suamimu atas dirimu, dia menjadi pengawasmu dan penguasamu. Jadilah pengabdi baginya supaya dia juga menjadi pengabdi bagimu.
Wahai putriku, ingatlah pesan ibu yang sepuluh ini sebagai peringatan untukmu.
  1. Bergaulah (berkawan) dengannya atas dasar keikhlasan.
  2. Bermusyawarahlah dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik.
  3. Jagalah selalu pandangan matanya. Jangan sampai dia melihat sesuatu yang buruk darimu yang tak menyenangkan hatinya.
  4. Jaga bau-bauan yang sampai kehidungnya dan hendaknya dia selalu mencium wewangian darimu.
  5. Celak mata memperindah yang indah dan air yang mengharumkan bila tak ada wewangian.
  6. Jagalah waktu makannya dan ketenangan saat tidurnya. Sebab perihnya perut disebabkan rasa lapar, dapat mengobarkan amarah dan kurang tidur sering menyebabkan rasa jengkel.
  7. Peliharalah rumah dan harta bendanya, dirinya, kehormatannya, dan anak–anaknya. Sesungguhnya menjaga hartanya adalah penghargaan yang baik. Dan menjaga anak–anaknya adalah perbuatan yang mulia.
  8. Jangan sekali–kali kau membocorkan rahasianya dan jangan menentang perintahnya. Bila membocorkan rahasianya, kamu tidak akan aman dari tindakan balasannya. Dan bila menentang perintahnya, berarti kamu menanamkan dendam dalam hatinya.
  9. Jangan engkau terlihat gembira disaat dia sedang susah dan sedih, dan janganlah engkau terlihat bersikap murung disaat dia bergembira. Karena hal ini dapat membuat kesalahpahaman yang akan membuat keruh rumahtanggamu.
  10. Muliakanlah dia agar dia juga memuliakan dirimu, dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih lama menjadi pendampingmu.

Kamu tak akan mencapai apa yang kamu inginkan, kecuali  bila mengutamakan keridhoannya diatas keridhoanmu, dan mendahulukan hawa nafsunya terhadap hawa nafsumu dalam hal–hal yang kamu senangi dan yang tidak kamu senangi....***

Oleh : Ruch Hanif

Tuesday, October 18, 2016

Tiga Pemuda yang Dirundung Rasa Kerugian

Sebagai pemuda, Nabi kita Muhammad saw telah mengingatkan kita bahwa “masa muda adalah cabang dari gila”. Gila disini bisa dilihat dalam berbagai aspek kehidupan. Diantaranya gila dalam urusan hal mencari ilmu, bermain, bertamasya, mencari penhidupan, baik dalam urusan kebaikan (ibadah) maupun dalam urusan kejelekan (maksiyat). Tinggal bagaimana kita menyikapinya sebagai pemuda pemudi generasi penerus bangsa dan ayah–bunda kita. Tinggal diri kita sendiri yang memilih mau kita habiskan masa muda kita dalam aspek yang mana. Tentunya sebagai pemuda islam, kita harus menyadari benar bahwa Alloh SWT menciptakan kita di dunia untuk beribadah pada Alloh. Agar kita tidak menyesal dan menanggung kerugian nantinya di hadapan Alloh saat telah habisnya masa mengembara ria kita di dunia. “beramalah kamu seakan besok kamu akan mati.., dan mencari dunia lah kamu seakan kamu akan hidup seribu tahun lagi”.

Mengenai pemuda dan kerugian, ada suatu cerita yang dapat kita ambil hikmahnya tentang tiga pemuda pengembara yang di rundung rasa kerugian. Kok bisa? Mengapa? Berikut ceritanya:
Pada suatu siang yang terik, ada tiga pemuda yang sedang mengembara di suatu hutan belantara untuk mengisi kekosongan hati mereka. Hati yang terasa kosong karena tertutup kepenatan hiruk pikuk dunia fana. Dunia yang penuh dengan bayang harapan, permaianan, dan keputusasaan. Mereka berjalan dan terus berjalan. Dengan sisa-sisa keyakinan akan keimanan yang masih bersarang dihati mereka, mungkin nantinya mereka bisa menemukan ketenangan atau bahkan kebahagiaan dari Allah Tuhan semesta alam. Hingga tiba waktu malam, mereka tiba di suatu goa yang penuh dengan kegelapan. Mereka menyadari bahwa mereka butuh tempat perlindungan, apabila tiba-tiba datang serangan dari serigala yang menerkam. Namun di hati mereka terbesit kecemasan karena masuk kedalam goa yang asing dengan sembarangan.
“Ssssstttt.....” Tiba–tiba ada suara yang datang sungguh mengejutkan di tengah kegelapan malam.
“Ada sesuatu yang bisa kalian ambil dari dalam goa yang asing ini. Barang siapa yang tidak mengambil, dia akan merasa rugi. Barang siapa yang mengambil sedikit, dia akan merasa rugi. Namun barang siapa yang tak mengambil, dia juga merasa rugi ! ” , tutur suara asing itu.
Mereka terdiam sejenak, merenungkan pernyataan yang menakutkan lagi menimbulkan rasa penasaran. Akhirnya pemuda yang tinggi keimanannya, memutuskan untuk masuk dan mengambil sesuatu itu dengan tangannya. Dirabanya apakah sesuatu itu, dia merasa sesuatu itu seperti bebatuan, dia mengambilnya dengan jumlah banyak yang tak dapat dihitung.
Kemudian menyusul pemuda kedua yang keimanannya sedang. Dia ragu akan rasa kerugian, maka dia memutuskan untuk juga mengambil bebatuan itu hanya dengan jumlah sedang. Sedangkan pemuda ketiga yang keimanannya telah merendah, dia tak mengambil bebatuan itu sama sekali. Dia merasa sudah benar-benar lelah akan rasa kerugian. Akan hati nya yang telah penuh dengan kekosongan.
Hingga ketika pagi datang, ketiga pemuda itu telah berpulang dari hutan, dilihatlah apa sesuatu yang telah mereka dapatkan. Terbelalaklah mata ketiga pemuda itu atas apa yang telah mereka dapatkan. Bebatuan yang mereka ambil adalah berlian.
“astaghfirulloha’adzim, rugi aku ! Jika aku tau ini adalah berlian, maka aku tidak akan mengambil sedikit!” sesal pemuda yang mengambil sedang.
“astaghfirulloha’adzim..., rugi aku ! Jika aku tau ini adalah berlian, maka aku akan mengambil lebih banyak lagi! lebih banyak lagi!” sesal pemuda yang mengambil banyak.
Sedangkan pemuda ketiga yang tak mengambil sama sekali, dia menangis meronta–ronta penuh penyesalan seandainya dia “mau“ mengambil meski hanya sekepal tangan. Ya... Seperti gua itulah ruang dan waktu kita saat ini. Seperti gelap itulah gelapnya pandangan kita tentang keghaiban kehidupan Akhirat di hadapan Allah nanti.
Seperti suara itulah petunjuk–petunjuk Alloh yang diperingatkan dalam setiap ayat-Nya. Dan seperti batu berlian itulah amalan kita besok di hadapan Alloh. Masihkah kita mau menghabiskan masa muda kita dengan tanpa pengamalan ibadah pada Alloh? Tinggal diri kita sendirilah yang memilih mau menjadi pemuda yang mengambil banyak, atau sedikit, atau pemuda yang tak mengambil sama sekali...***
Oleh : Ruch Hanif

Thursday, April 21, 2016

Implementasikan UU Desa di Tingkat PC dan PAC oleh DPP LDII

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar konsolidasi organisasi di Yogyakarta bertempat di Masjid Baitussalam, Minggu (17/4).

Peserta terdiri dari unsur ketua DPD LDII se-DIY ditambah ketua Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-diy dan turut hadir Ketua DPP LDII H. Supriasto, Sekum DPP LDII Dody Taufik Wijaya, dan Departemen Pengabdian Masyarakat Joko Susilo.
Konsolidasi tersebut membahas tentang pembekalan organisasi di tingkat PC dan PAC sekaligus sosialisasi UU Desa Nomor 6 Tahun 2014.

Ketua DPP LDII Supriasto mengatakan, tugas ormas Islam ialah menjaga umat agar selalu di dalam koridor agama, membangun ekonomi umat dan menjaga persatuan. “Namun saat ini pekerjaan rumah ormas Islam cukup berat selain membangun kepercayaan antar umat beragama, mengatasi kemiskinan, kini memiliki tugas baru yakni menangani radikalisme, terorisme dan Islamophobia, “ ungkap Supriasto.

Sehingga dalam konsolidasi tersebut LDII mengajak pengurus PC dan PAC agar berperan aktif di kehidupan masyarakat dan bisa merapat ke jajaran pemerintahan, TNI, POLRI, dan tokoh agama dan masyarakat.

Beliau menekankan peran PC dan PAC sangat dibutuhkan karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan juga merupakan pusat kegiatan massa, salah satunya pengajian yang diadakan di majelis taklim. Maka warga LDII di PC maupun PAC supaya berbudi luhur (berperilaku yang baik) kepada masyarakat.

Dalam hal ini PC dan PAC mendapatkan pengarahan tentang pengertian desa sesuai Pasal 1 UU Desa Nomor 6 Tahun 2014. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembekalan UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 oleh Ketua DPP LDII, Supriasto.
Di dalam UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 juga menjelaskan tentang musyawarah desa. Musyawarah desa tersebut diikuti beberapa unsur, diantaranya unsur Pemerintah Desa, Badan Musyawarah Desa dan unsur masyarakat yang dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dan unsur petani, nelayan, perajin, perempuan, pemerhati dan perlindungan anak, perwakilan kelompok miskin.

“Maka dengan hadirnya UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, PC dan PAC harus bisa berperan aktif di dalam pembangunan desa maupun membangun desa. Paling tidak LDII bisa berpartisipasi di dalam unsur Badan Permusyawaratan Desa,” ujar Supriasto.

Wednesday, August 05, 2015

Memperingati Hut Ke 70 Kemerdekaan Ri 17 Agustus 2015


Tema peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun 2015 adalah :
“Gerakan Nasional“Ayo Kerja” Pada 70 tahun Indonesia Merdeka.”
Melalui momen HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70, kami Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta mengajak kepada Warga LDII khususnya dan seluruh Warga Indonesia pada umumnya untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1.  Memupuk sikap Bangga Menjadi Bangsa Indonesia

  2. Menjaga ketenteraman, kedamaian, kebersamaan, kekeluargaan, toleransi terhadap pluralitas Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara

  3. Memupuk sikap nasionalisme dan patriotisme

  4. Terus memupuk sikap jujur, amanah, hidup sederhana, kerja keras, kerukunan dan kekompakan, bekerjasama dalam hal kebaikan

  5. Menolak setiap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika

  6. Mempraktikkan dan menumbuhkan sikap produktif menjauhi sikap konsumtif dengan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan.

  7. Mengutamakan menggunakan produksi dalam negeri

Monday, May 25, 2015

Kepala KUA Jetis Yogyakarta Sambut Kunjungan PC LDII



Yogyakarta – Pengurus PC LDII Jetis beraudiensi dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamata Jetis di Kantor KUA Jetis, Jl. Cokrokusuman Baru JT II/786 Yogyakarta pada hari Selasa, 24 Maret 2015. H.Djayusman selaku ketua di PC LDII Jetis menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mingkatkan silaturrahim dan kerjasama dengan KUA Jetis yang selama ini sudah terjalin intensif. Pengurus yang hadir dalam kunjungan ini yaitu Firdaus, Putra, Sudarmono, Faiz, Djayusman, Jiwantoro, Faaza, Guntur, Aji, Palupi, Mila, Rofi, Rini, dan Sinta.

Audiensi ini disambut hangat oleh Kepala KUA Jetis Bp. Suardi, S.Ag. Beliau mengapresiasi bahwa LDII dapat menjadi yang terdepan dalam menjaga ukhuwah islamiyah dalam bermasyarakat sehingga tercipta suasana yang kondusif. Bp Suardi mengamati bahwa kegiatan keagamaan yang dilaksanakan LDII sangat bagus.

Beliau menginginkan agar ada kerjasama antar umat beragama yang berkesinambungan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat semisal dengan mengadakan koperasi sehingga masyarakat di wilayah Jetis dapat hidup lebih sejahtera dan makmur.

Audiensi Pengurus PC LDII Dengan Camat Jetis Yogyakarta


Yogyakarta – Pengurus PC LDII Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta beraudiensi dengan Camat Jetis di Kantor Kecamatan Jetis, Jl. Pangeran Diponegoro 91 Yogyakarta pada hari Kamis, 2 April 2015. Audiensi ini dipimpin oleh Ketua PC LDII Kecamatan Jetis H. Djayusman diikuti oleh beberapa pengurus PC LDII Jetis yaitu Sinta, Fitri, Narji, Faiz, Faaza, H. Jiwantoro, S.Pd, Sudarmono, Guntur, Putra, dan Aji. Dalam laporannya H.Jiwantoro menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim antara LDII Jetis dengan Muspika Kecamatan jetis.
Kunjungan ini diapresiasi baik oleh Camat Jetis Drs. Ananto Wibowo yang menyatakan bahwa saat ini LDII sudah bertransformasi menjadi organisasi masyarakat yang dapat berperan aktif dalam kemasyarakatan. Dalam kesempatan ini beliau berpesan supaya LDII dan perangkat daerah setempat dapat bekerja sama dan dapat lebih berkontribusi positif ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang social keagamaan.

Monday, March 30, 2015

Indonesia Menolak ISIS



Saat ini dunia sedang dihebohkan oleh ISIS (Islamic States of Iraq and Syria). Tetapi sangat disayangkan heboh bukan karena kemajuan, manfaat, kehebatan ISIS melainkan oleh sikap dan perilaku ISIS yang jauh dari watak kebanyakan orang apalagi watak Islam. Di belahan dunia sana masih ada saudara kita umat muslim yang disiksa seperti di Rohingya, Palestina yang perlu mendapat bantuan baik material, doa serta diplomatik justru jauh dari perhatian dunia.

ISIS adalah organisasi radikal yang mengatasnamakan Islam tetapi kenyataannya jauh dari watak Islam yang rahmatan lil ’alamien, yang mengedepankan sikap damai, toleran, dan saling memaafkan. ISIS mengedepankan sikap pemaksaan kehendak, pembunuhan dan permusuhan.

Perilkau ISIS seperti itu mencoreng, merusak nama baik Islam, sesungguhnya ISIS tidak memperjuangkan hakiki Islam tetapi lebih kepada mencari minyak dan kekuasaan, sangat disayangkan atas nama Islam berperang untuk mencari minyak dan kekuasaan.

Di satu sisi ada kelompok-kelompok Islam termasuk LDII yang terus berdakwah dengan cara damai (green dakwah) untuk mengembangkan nilai-nilai Islam, di lain sisi ISIS justru mencoreng nama baik Islam. Di Indonesia ISIS merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan NKRI, merusak persatuan umat Islam dan mengancam terhadap perkembangan Islam itu sendiri. Sikap yang ditunjukkan oleh ISIS bertentangan dengan sikap Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian, kerukunan, musyawarah mufakat, hidup berdampingan secara damai.

LDII bersama Forum Umat Islam di Indonesia kompak sepakat menolak ISIS bukan karena mencari sensasi tetapi karena tidak setuju dengan sikap dan perilaku ISIS yang tidak mengedepankan sikap dan watak Islam, ISIS justru mencoreng nama baik Islam. LDII telah menerima surat dari MABES TNI No. : B/4577/2014 Tanggal 31 Oktober 2014  MABES TNI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih terhadap LDII atas pernyataan sikap penolakan ISIS dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI.

Sangat aneh bagi Warga Negara Indonesia yang mau bergabung dengan ISIS apalagi mau berperang di Suriah. Mereka memperebutkan minyak dan kekeuasaan dengan merekrut pasukan dari negara lain, pertanyaan mendasar adalah mungkinkah apabila kekuasaan telah diperoleh akan diberikan kepada pasukan negara lain? Untuk memperoleh kekuasaan jangankan bansa lain, bangsa sendiri, teman sendiri berani untuk dikorbankan. Maka sungguh sangat aneh mereka yang mau bergabung dengan ISIS. Kepada mereka yang mau bergabung didengungkan dengan motivasi jihad, padahal pada dasarnya mereka tidak mengetahui hakiki perjuangan ISIS di Suriah. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan pemikiran yang logis sebelum berangkat ke Suriah, daripada mati konyol di sana. Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menyampaikan sikapnya bahwa ”tidak ada tempat bagi ISIS di Indonesia” perlu mendapat dukungan dari seluruh Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu kepada segenap Warga LDII Kota Yogyakarta pada khususnya dan Warga Negara Indonesia pada umumnya dihimbau melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Tidak bergabug dengan ISIS

  2. Tidak menyimpan tulisan, symbol, bendera serta atribut lainnya yang berhubungan dengan ISIS

  3. Menjaga keluarga dan handai taulan untuk tidak bergaung dengan ISIS

  4. Mengembangkan sikap profesional religius untuk membangun kembali nama baik Islam di mata dunia.